Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

FDM vs. SLA: Bagaimana teknologi cetak 3D (3D printing)bekerja?

Gambar
Sejarah cetak 3D Teknologi cetak 3D sudah ada sejak tahun 1970an, tetapi baru-baru ini  menjadi headlines di media massa karena pengaruh dramatisnya terhadap bidang teknik, penelitian, dan di industri medis di seluruh dunia. Seiring dengan kemajuan teknologi tersebut, komunitas penghobi printer 3D muncul dan printer 3D yang dapat digunakan di rumah, saat ini juga telah tersedia. Jadi, apa itu cetak 3D dan bagaimana beberapa pemrosesan utama dari cetak 3D bekerja? Ada banyak jenis dari printer 3D. Mulai dari harga murah yang langsung bisa digunakan hingga printer 3D untuk industri yang berharga $100.000an. Ada dua macam pemrosesan yang digunakan pada printer 3D: Fused Deposition Modeling (FDM) dan Stereolithography (SLA). Walaupun  kedua proses tersebut sama-sama menghasilkan prduk fisik dari sebuah model 3D, tetap terdapat perbedaan cara kerja dari keduanya. Mari kita lihat langkah kerja utama yang mana FDM dan SLA berbeda. Teknologi FDM FDM adalah singkatan untuk Fused...
Gambar
Peneliti dari Universitas Saarland Jerman dan Institut Max Planck bergabung bersama Intel dalam mengembangkan pengkreasian objek 3D digital menggunakan hasil pemindaian data 3D yang tidak lengkap. Vconv-DAE adalah sebuah enkoder otomatis volumetric konvolusional yang mempelajari representasi volumetric dari data yang rusak. Pemindaian 3D memiliki jangkauan yang luas dalam penerapannya, mulai dari teknik reverse (reverse engineering) di bidang otomotif dan sektor penerbangan, pengumpulan data anatomi untuk keperluan pembuatan kaki palsu, hingga mencetak hasil foto selfie. Namun, ketika pemindaian 3D yang kita lakukan tidak lengkap atau terdapat gangguan dari hasil pemindaian, maka data yang diperoleh menjadi tidak berarti untuk dirender. Memang hal ini bukan sesuatu yang jarang terjadi: pencahayaan yang kurang tepat, gerakan selama pemindaian, dan faktor lainnya dapat menghasilkan model 3D yang buruk. Cara terbaik untuk melawan masalah tadi adalah dengan mengeliminasi pada sumbern...
Gambar
Insinyur di Belanda sedang menggunakan printer 3D yang mencetak beton untuk membangun jembatan cetak pertama di dunia. Jembatan tersebut dikhususkan untuk pengguna sepeda. Pihak kampus yakni Technical University di Eindhoven, sedang mengkonstruksi jembatan selama beberapa minggu ini dengan menggunakan bantuan robot dan sebuah kerangka bangunan. Jembatan itu akan berukuran delapan meter dan menggunakan delapan ratus lapisan dari beton dan mortar. Kampus tersebut sedang membangun jembatan itu di kota Gemeert yang nantinya terletak di sebelah dari patung Lady of Gemert-sebuah tetengger kota tersebut-. Karena jembatan pada umumnya berfungsi sebagai penghantar yang menerima beban, maka banyak yang meragukan bahwa jembatan cetak 3D itu akan tahan lama. Tim pembuat jembatan itu telah meyakinkan semua orang bahwa jembatan itu akan berfungsi sepenuhnya. Peneliti yang bergabung dengan tim juga telah menguji jembatan cetak itu dengan menggunakan simulasi model. Peningkatan dari adopsi cetak ...